Beranda > tulisan lepas > Makalah : Kebangkitan Nasional

Makalah : Kebangkitan Nasional

September 27, 2009

MAKALAH

KEBANGKITAN NASIONAL

Diajukan Untuk Melengkapi Ujian Akhir Semester II (GENAP)
Untuk Mata Kuliah Pancasila

Disusun Oleh:
…………………………
NIM…………………

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
TAHUN PELAJARAN 200 / 200

KATA PENGATAR

Alhamdulillah saya panajtkan kehadirat Allah swt, atas berkat, rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik.
Makalah ini saya tulis disamping tugas sekolah, juga di harapkan dapat menambah pengetahuan remaja maupun para orang tua.
Saya menyadari bahwa isi makalah ini belum sempurna sepenuhnya, oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Terimaksih yang sedalam-dalamnya saya sampaikan kepada Bapak Umar Sabarudin, BA yang selalu member dukungan dan memantau perkembangan dari penulisan makalah ini, sehingga menajdi lebih baik lagi.
Semoga ikhtisar ini senantiasa mendapat ridho dan barokah dari Allah swt, serta membari manfaat bagi kita semua. Amin.

Penulis

KEBANGKITAN NASIONAL

PENDAHULUAN

Seratus tahun sudah bangsa ini dalam kebangkitan, ditnadai dengan berdirinya organisasi Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Upacara, konvoi hingga aksi unjuk rasa mewarnai peringatan kali ini. Nasionalisme memenuhi dada masyarat. Namun kemana rasa cinta pada tanah air setelah ueporia itu berakhir? Kita rela menjual kekayaan alam dan aset-aset negara yang kita miliki dengan mengizinkan pihak asing mengeruk lewat kedok investasi.
Tengoklah diluar sana, para Bapak ksulitan mencari pekerjaan, ibu-ibu bingung dengan belanja keluarga yang kian membengkak, dan pelajar, mahasiswa terasa sesak dengan biaya pendidikan yang semakin melangit. Penjajahan non fisik tidak terasa menghadang. Seperti inikah kebangkitan?

A. PENGERTIAN
Kebangkitan Nasional adalah tonggak sejarah bangsa Indonesia. Setiap saat sejarah tersebut dibuka kembali. Dipelajari, dipahami. Setelah itu, dijadikan inspirasi dan semangat pada setiap babak berikutnya perjalanan bangsa untuk mewujudkan cita-cita hidup berbangsayan lebih bermanfaat.
Terminologi bermanfaat memang sarat muatan aspirasi. Bahkan sarat interprestasi. Tetapi, maknanya kurang lebih sempurna. Menginginkan bangsa ini yang eksis, mandiri, berkembang. Dan didalam perkembangan itu, sejajar dengan martabat bangs-bangsa lain, baik bangsa yang sudah lebih dahulu maju maupun bangsa yang sedang menggapai kemajuan.
Budi Utomolah pembangkit dan pengerat pertama kebangkitan nasional Indonesia. Pencerahan pertama yang diprakarsai oleh para cendekiawn Indonesia waktu itu, zaman Indonesia masih dikuasai oleh penjajah Belanda. Pada mulanya gerakan etis edukatif, pencerahan. Kemudian oleh pergerakan-pergerakan berikutnya di bangkitkan untuk memerdekakan Bangsa Indonesia dari penjajah Belanda.
Kemerdekaan Indonesia barulah tercapai 17-8-1945. Berarti 37 tahun setelah kebangkitan Nasional. Pergerakan-pergerakan pasca Budi Utomo akhirnya secara eksplisit bertujuan Indonesia merdeka.

B. PENDIRINYA
Tanggal 20 Mei 2008, adalah satu abad kebangkitan nasional. Pada mei 1908, budi utomo lahir. Organisasi tersebut merupakan perkumpulan pemuda yang pad asaat itu membayangkan masa depan kaum bumi putra ayng mandiri. Bebas dari penjajahan. Berdirinya perhimpunan nasional Budi Utomo 20 mei 1908 merupakan awal yang mengilhami bangkit dan tumbuhnya pergerakan-pergerakan keangsaan di negeri ini. Budi utomo sendiri pada saat didirikan, menyebutkan tujuan utamanya: memanjukan nusa dan bangsa dan mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kehidupan bangsa yang terhormat.
Salah sesorang tokoh yang bercita-cita memajukan bangsa Indonesia melalui pendidikan dan pengajaran kodern ialah Mas Ngabei Wahidin Sudirohusodo, yang lebih dikenal sebagai Dr. Wahidin Sudirohusodo. Untuk mewujudkan cita-citanya pada tahun 1906 dan 1907, Dr.Wahidin sudirohusodo mengadakan perjalanan berkeliling pulau jawa. Maksud perjalanan itu ialah untuk menyebarluaskan cita-citanya dan untuk mendirikan suatu gerakan yang bertujuan meningkatkan derajat Bangsa Indonesia.
Dalam perjalanan itu Dr. Wahidin sudirohusdo singgah di jakarta dan bertemu dengan pemuda-pemuda pelajar STOVIA antara lain dengan Sutomo Gunawan. Kedatangan Dr. Wahidin Sudirohusodo makin endorong dan menumbuhkan serta memantapkan cita-cita para pemuda pelajar STOVIA untuk memajukan bangsa Indonesia.
Pada hari rabu tanggal 20 mei 1908, di ruang anatomi gedung STOVIA Jakarta diadakan rapat di kalangan pemuda pelajar STOVIA. Tokoh-tokoh yang hadir dalam rapat tersebut antara lain: Sutomo, M. Suraji, Muhammad Sholeh, M. Suwarno, M. Gunawan, R.M. Gumbrek dan R. Angka. Rapat itu dipimpin oleh Sutomo dalam rapat itu pemuda-pemuda STOVIA bertekad untuk mendirikan sebuah organisasi modern yang pertama di Indonesia, organisasi itu diberi nama udi Utomo. Susunan pengurusBudi Utomo yang didirikan pada tanggal 20 mei 1908 ialah:
Ketua : R. Sutomo
Wakil : M. Sulaeman
Sekrearis I : Suwarno
Sekretaris II : M. Suwarno
Bendahara : R. Angka
Komisaris : M. Suwarno dan Muhammad Saleh

C. HARAPAN (Inner Strong Intertion)
Seabad hari kebangkitna nasional kita peringati dalam suasau “mendung yang berat mengantung” Kita menghadapi aneka masalah bangsa yang tak henti-hentinya menerpa. Tetapai selalu ada harapan. Bahkan, banyak harapan untuk hidup lebih baik, yang tak pernah padam sejak awal kebangkitan Nasional, 20 mei 1908.
Dalam makalah ini atau seabad kebangkitan nasional ini, saya menampilkan orang-orang yang menyalakan harapan bagi bangsa Indonesia. Mereka terdiri dari kalangan politisi, pemerintah (Birokrat), orang tua, dan kaum muda, harpan mereka adalah sebagai berikut:

1. Politisi
Seabad hari kebangkitan nasional ini banyak mengundang kritik dan harapan dari kalangan politisi. Salah satunya diantaranya adalah Akbar Tandjung, mantan ketua umum DPP Golkar. Menurut Akbar Tandjung, pemerintah tidak memiliki orientasi kebangsaan yang jelas selama empat tahun memimpin negeri ini. Pemerintah juga belum mampu membawa bangsa ini kearah perubahan kearah yang lebih baik. Akbar Tandjung menegaskan bahwa Bangsa Indonesia kedepan pemimpin yang trnsformasional. “Kala pemimpin terus seperti ini, jangan marah kalau rakyat meninggalkan pemimpinnya”. Tambah mantan ketua Umum DPP Partai Golkar ini.
Akbar Tandjung jyga menyatakan, masyarakat yang kecewa karena kepentingannya yang terus terpinggirkan akan bersikap dengan cara mereka sendiri. Dalam bidang kehidupan kebangsaan yang tidak menghormati kemajemukan. Intoleransi masih banyak ditemui, termasuk yang dilakukan pemerintah sendiri.
Kritik yang tajam dan harapan juga disampaikan Rizal Ramli, menurut dia, negara in dikuasai oleh para pemimpin transsaksional, yang siang malam terus melakukan tawar-meawa kekuasaan. Pemimpin yan gseperti ini tidak memiliki visi dna hanya mau dilayani, bukan malah berbuat sesuatu untuk rakyatnya.
Karena itu, menurut dia semangat kebangkitan Nasional harus dikebut dan direalisasikan dalam tindakan nyata. Jangan lagi kita serahkan keuasaan kepada pemimpin yang hayan suka nyanyi, “Sindirannya kepada SBY”.

2. Pemierintah (Birokrat)
Harpaan Pemerintah tentang kebangkitan Nasional seperti diungkapkan Susilo Bambang Yudoyono (Presiden RI) dalam sebad kebangkitan Nasional yang diadakan di Gelora Bung Karno, dalam perayaan malam itu SBY mendeklarasikan “Indonesia Bisa”. Dalam deklarasi itu, SBY mengajk seluruh rakyat menjadikan Indonesia negara maju dan sejahtera pada abad 21.
Masyarakat Indonesia harus optimis untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Tentu dengan modal persatuan, kebersamaan da kerja keras. Dengan kemandirian, daya saing dan peradaban bangsa yagn makin tinggi, Indoneisa bisa menjadi negara maju dan sejahtera.

3. Orang Tua
Harapan orang tua tentang kebangkitan Nasional seperti diungkapkan A. Mustofa Bisri dalam harian Jawa Pos 20 Mei 2008. beliau mengatakan bahwa “Terbayangkan manfaatnya apabila kita memperingati seabad kebangkitan nasional dalam kondisi pergaulan kebangsaan dan kemasyarakatan yang centang perengang saat ini. Dimana kepentingan yang paling agung bahkan diatasnamakan kepentingan Tuhan. Dimana syirik halus dengan mepertaruhkan diri sendiri merusak bagai virus, dimana keadaan masyarakat sudah sampai memunculkan olok-olok, atas oke, bawah oke halal oke haram oke.
Harapan juga dilontarkan taufiq ismail dalam puisinya yang dimuat Jawa Pos berikut penggalan puisi beliau.
“Sudaraku, masih adakah kiranya harapan bagi kita, manulis Indonesia? Mudah-mudahan masih ada. Yang, memang masih ada, selepas seratus tahun bilangan masa. Mari kita berhenti menyalah-nyalahkan siapa. Dalama buku harian kita, mari kita coret kata putus asa. Dalam kamus bahasa kita. Karena kita akan bangkit berasama dengan kerja keras diiringi khusuknya doa. Dari atas sampai ke bawah. Kerja keras, kerja keras, kerja keras semua. Kemudian berdoa, berdoa, berdoa semua. Berpeluh dalam kerja, menangis dalam doa
Semoga Indonesia kita
Tetap disayangi-Nya
Selalu dilindungi-Nya

4. Kaum Muda
Dewasa ini tahun 2008, seabad kemudian,bagai mana kondisi kita? Indonesia sudah merdeka dan berdaulat dalam konteks dunia di taman globalisasi ini. Indonesia merdeka masih tegak berdiri di tengah perkembangan dan perubahan yang juga menimpa bangsa dan negara Indoneisa. Gelombang pasang surut serta perubahan sistem pemerintahan kita alami. Kenyataannya terutama dalam perihal kesejahteraan rakyat banyak. Kita masih terpuruk dan ketinggalan di bandingkan dengan negara-negara tetangga termasuk vietnam.
Bagaimna kita menjawab ketertinggaln itu? Dewasa ini kita saling menyalahkan, bahkan unjuk rasa terpicu rencana kenaikan harga BBM, Kita masih dalam Euforia demokrasi dalam gegap gempitanya mencari, membentuk dan melaksanakan demokrasi yang menjamin kebebasan tetapi sekaligus juga mempercepat tercapainya format demokrasi yang sejahtera bagi rakyat.
Kita bersukur dan mensukuri seabad kebangkitan Nasional berikut buahny seperti Indonesia Merdeka, tahan air, kerangka dasar dan tujuan Negara. Seabad kebangkitan nasional agar menciptakan momentum bersejarah yang dalam kebebasan dan keberagaman demokrasi, kita mau dan mampu kebih cepat menyelenggarakan perikehidupan rakyat banyak yang sejahtera, adil dan makmur.
Demokrasi yang tidak sekadar bebas berbicara, tetapi sekaligus berkarya kreatif demi tujuan kebangkitan Nasional dan Indonesia merdeka. Kita bersama secara tulus memerlukan kritik dan refleksi diri secara konsttruktif. Jangan dibiarkan lewat momentum ini.!!

D. PENUTUP/KESIMPULAN
Peringatan seratus tahun (satu abad) kebangkitan Nasional 20 mei 2008 memunculkan otokritik terhadap marginalisasi ekonomi, budaya, politik, bahkan peradapan bangsa Indonesia. Intinya ialah bagaimana dan dari mana bangsa ini mesti bangkit bukan sekedar untuk lebih berkemanuan, melainkan juga dapat lebih memiliki kehormatan dan harga diri.
Kalau misalnya, kita belum juga bisa menjadi bangsa kaya raya yang bermanfaat, apakah tidak bisa juga bangsa ini, kalau tetap miskin, tetap punya martabat. Ayo bangkit Bangsaku…!!!!

DAFTAR PUSTAKA

- Jawa Pos 19, 20, 21 Mei 2008
- Kompas 19 Mei 2008
- Tim Karya Guru 2003. 115 Terpadu Jilid 3. jakarta. Erlangga

About these ads
Kategori:tulisan lepas
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.