Beranda > Pendidikan > Tunjangan Fungsional Guru Tidak Tetap Diknas (Surabaya)

Tunjangan Fungsional Guru Tidak Tetap Diknas (Surabaya)

September 16, 2010

Surabaya – Ribuan guru yang mengambil Tunjangan Profesi Pendidikan (TPP) dan Tunjangan Fungsional memenuhi SMA Barunawati. Sekitar 1.500 pendidik dari 6 kecamatan di Surabaya Utara itu rela berdesakan.

Tetapi karena sempitnya ruangan pengambilan formulir, suasana pengambilan dana tersebut lebih mirip dengan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Banyak para guru, khususnya guru wanita yang kepananasan dan terjepit memilih keluar dari antrean. Anak-anak guru yang dibawa juga banyak menangis sehingga suasana menjadi kacau.

“Kan lebih enak ditansfer bagi yang sudah punya rekening seperti saya. Tidak seperti ini. Saya sudah punya rekening tapi disuruh buat lagi,” kata Nurul, guru
SMP Mujahidin dengan nada kecewa kepada wartawan di SMA barunawati, Jalan Perak Barat, Kamis (16/9/2010).

Bahkan suasana tersebut membuat seorang guru yang sedang hamil 9 bulan hampir pingsan karena pengap dan panasnya ruangan. Guru bernama Laily tersebut langsung dipapah keluar dari antrean dan disuruh beristirahat.

“Saya tidak kuat panasnya mas. Seharusnya orang hamil seperti saya didahulukan. Tetapi sampai sekarang sata belum dipanggil juga,” ungkap Lalily yang mengajar di SDN Pabean Cantian.

Hampir sebagian besar guru mengeluhkan tentang pembagian dana ini. Pembagian dana dengan membuka rekening baru sama sekali dianggap tidak efektif dan membuat repot para guru. Pasalnya, hampir sebagian besar para guru sudah memiliki rekening tabungan di bank yang telah ditunjuk.

About these ads
Kategori:Pendidikan Tag:,
  1. Oktober 15, 2010 pukul 7:22 am | #1

    saya salah satu guru honorer swasta yang TIDAK mendapatkan tunjangan fungsional juga uang transport yang diberikan oleh Diknas kota Surabaya mulai tahn 2008 sd sekarang sedangkan saya masih mengajar dimanakah keadilan selama ini tidak berpihak pada saya??? sedangkan saya melihat banyak guru yang sudah terima tunjangan profesi pendidikan juga mendapatkan tunjangan fungsional juga uang transport sedangkan aturan yang berlaku bagi mereka yang sudah mendapatkan TPP TIDAK mendapatkan tungjangan fungsional mengapa hal ini bisa terjadi?????????????? dimana keadilan juga kebijaksanaan yang sekarang sedang di dengungkan??????????????

Komentar ditutup.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.