Beranda > PTK > KESIAPAN GURU DALAM MEIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

KESIAPAN GURU DALAM MEIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Desember 1, 2011


Dalam sistem pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen
yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh
karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan
pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan.
Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan
menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan uji
coba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk
mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat,
guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta memberikan guideline atau
acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan.
Sesuai dengan undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan
dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua
jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai
dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum
adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam
peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
(SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas.
Berdasarkan SI (Standar Isi) dan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) serta
panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
diharapkan dapat mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial
budaya masyarakat setempat, dan peserta didik. Mengingat bahwa SI, SKL dan
KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan
menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan
SI, SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan
para pemangku kepentingan pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan
sinergi dengan semua pihak yang terkait, yang segera dilaksanakan secara
terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahwa
sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah
disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan
Pengembangan Tenaga Pendidikan Nasional. (Sosialisasi dan Pelatihan KTSP.
Jakarta:Depdiknas, Januari 2007).
Kurikulum tingkat satuan pendidikan akan membuat guru semakin kreatif,
karena mereka dituntut harus merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk
mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kurikulum yang selama ini dibuat
dari pusat, menyebabkan kreatifitas guru kurang terpupuk tetapi dengan KTSP
kreatifitas berkembang. Hanya saja sebagian besar guru tidak terbiasa untuk
mengembangkan model – model kurikulum. Selama ini mereka diperintah untuk melaksanakan kewajiban yang sudah baku, yaitu kurikulum yang dibuat dari pusat
(Seminar Pelaksanaan KTSP Di Sekolah, D.Zainal Mutaqin,2006).

Hambatan pelaksanaan KTSP di sekolah terletak pada tiga komponen
yaitu unsur guru, unsur pengelolaan sekolah (kepala sekolah, komite sekolah, dan
pelanggan pendidikan), dan birokrasi pendidikan. Untuk unsur guru, diperlukan
beberapa kompetensi guru untuk memahami keterlaksanaan KTSP, adalah 1)
Kompetensi pengelolaan pembelajaran, 2)Kompetensi wawasan pendidikan, 3)
Kompetensi akademik/vokasional, 4)Kompetensi pengembangan profesi.
Hambatan dari unsur pengelolaan sekolah terletak pada belum memahaminya
konsep KTSP secara keseluruhan. Hal ini berpengaruh pada kebijakan yang harus
dijalankan dalam mengelola sekolah untuk meraih hasil atau prestasi yang lebih
baik. Kebijakan dalam menentukan dan menetapkan sarana dan prasarana yang
diperlukan sebagai penunjang keterlaksanaannya KTSP di sekolah. Hambatan dari
unsur birokrat, tidak tanggapnya terhadap kebutuhan sekolah untuk menjalankan
KTSP (Seminar Pelaksanaan KTSP Di Sekolah, D.Zainal Mutaqin,2006).
Guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap proses
dan hasil belajar, bahkan sangat menentukan berhasil-tidaknya peserta didik
dalam belajar. Demikian halnya dengan pengembangan KTSP yang menuntut
kreatifitas guru dalam membentuk kompetensi pribadi peserta didik. Oleh karena
itu, pembelajaran harus sebanyak mungkin melibatkan peserta didik, agar mereka
mampu bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali berbagai
potensi, dan kebenaran secara ilmiah. Tugas guru tidak hanya menyampaikan
informasi kepada peserta didik, tetapi harus dilatih menjadi fasilitator yang
bertugas memberikan kemudahan belajar kepada seluruh peserta didik, agar mereka dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan. Sehubungan dengan
pengembangan KTSP, guru perlu memperhatikan perbedaan individual peserta
didik, agar KTSP dapat dikembangkan secara efektif, serta dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran, guru perlu memiliki hal-hal sebagai berikut:
• Menguasai dan memahami kompetensi dasar dan hubungannya
dengan kompetensi lain pada kurikulum dengan baik.
• Menyukai apa yang diajarkannya dan menyukai mengajar
sebagai suatu profesi.
• Memahami peserta didik, pengalaman, kemampuan, dan
prestasinya.
• Menggunakan metoda yang bervariasi dalam mengajar dan
membentuk kompetensi peserta didik .
• Mengeliminasi bahan-bahan yang kurang penting dengan
pembentukan kompetensi.
• Mengikuti perkembangan pengetahuan IPTEK.
• Menyiapkan proses pembelajaran berupa silabus dan RPP.
• Mendorong peserta didik untuk memperoleh hasil yang lebih
baik.
• Menghubungkan pengalaman yang lalu dengan kompetensi yang
akan dikembangkan (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,
Mulyasa, 2007:164)

Implementasi KTSP masih diwarnai minimnya sosialisasi dan persiapan
guru. Sementara itu, fakta di lapangan yang penulis peroleh sebagai gambaran
awal dari penelitian ini adalah para guru memiliki pemahaman yang berbeda–
beda tentang KTSP. Minimnya sosialisasi dapat dilihat hanya dari beberapa guru
saja khususnya, wakasek bidang kurikulum yang mengerti secara menyeluruh
konsep KTSP. Hal ini dikarenakan untuk diklat dan pelatihan hanya guru-guru
tertentu yang mengikutinya, tentu saja hal tersebut menyebabkan hanya sebagian
guru saja yang memahami KTSP tersebut, selain itu banyak sekali guru–guru
senior yang menganggap bahwa KTSP tersebut tidak ada bedanya dengan sistem
pengajaran yang terdahulu, mereka terbiasa dengan pola pengajaran yang umum
dilakukan (menggunakan metoda ceramah dalam pencapaian informasi) dan mereka enggan mengganti pola pengajaran tersebut, dikarenakan pola yang
terdahulu dianggap telah berhasil. Dari fenomena itulah, kemudian berkembang
plesetan dikalangan guru; bahwa KTSP ialah kepanjangan dari “Kurikulum Tidak
Siap Pakai”, atau “Kurikulum Terserah Sekolah Panjenengan”. Misalnya, mereka
bertanya bagaimana mungkin KTSP berhasil diterapkan di sekolah jika para guru
masih juga mengalami kebingungan dalam menangkap konsep, substansi, dan
mekanisme pelaksanaan KTSP, dan bagaimana mungkin KTSP yang lebih
menitik beratkan pada penguasaan praktik ketimbang teori bisa berhasil
dilaksanakan jika pihak sekolah belum memenuhi fasilitas serta sarana
pembelajaran di sekolah yang memadai?, sehingga guru yang tidak menguasai
bahan ajar, tidak menguasai landasan– landasan kependidikan tidak menguasai
psikologi belajar siswa, dan kompetensi lainnya sudah tidak dapat diandalkan lagi
dalam konteks pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang yang
profesional. Dalam konteks ini perlu dipahami bahwa pentingnya sebuah kesiapan
yang harus dimiliki guru.

  1. yani
    Desember 7, 2011 pukul 12:50 am | #1

    tolong yach..saya minta informasi yg lbih banyak lagi seputar artikel tersebut

Komentar telah ditutup
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.