Arsip

Archive for the ‘sastra’ Category

Catatan : Hari Terakhir Sekolah Di Bulan Ramadhan

September 5, 2010 Komentar dimatikan

Udara panas, padahal rasanya masih ingin berlama-lama dengan para gadis-gadis cantik ini. Eh.. mungkin bahasa yang rada tepat adalah gadis-gadis kecil cantik dan lucu. Karena usia mereka masih 8 tahunan. Hari ini bukan berarti saya akan lekas pulang, seperti beberapa hari yang lalu, saat penat, panas, lapar dahaga, pokoe semua keluh kesah. Dan terutama yang bikin kepala umob mendidih adalah kelakuan beberapa oknum anak kelas 6 yang bikin malaikat ogah mencatat amal ini menjadi baik, emosi. Sungguh saya sebenarnya sangat suka dengan kata emosi, seakan seperti nilai psikologi yang sewaktu meletup dapat menampilkan energi yang luar biasa, yaitu prestasi.

Read more…

Categories: Pendidikan, sastra

Cerita Hikmah : Kisah Nabi Yahya AS

September 1, 2010 Komentar dimatikan

Nabi Zakaria, ayahnya Nabi Yahya sedar dan mengetahui bahawa anggota-anggota keluarganya, saudara-saudaranya, sepupu-sepupunya dan anak-anak saudaranya adalah orang-orang jahat Bani Israil yang tidak segan-segan melanggar hukum-hukum agama dan berbuat maksiat, disebabkan iman dan rasa keagamaan mereka belum meresap betul didalam hati mereka, sehingga dengan mudah mereka tergoda dan terjerumus ke dalam lembah kemungkaran dan kemaksiatan. Ia khuatir bila ajalnya tiba dan meninggalkan mereka tanpa seorang waris yang dapat melanjutkan pimpinannya atas kaumnya, bahawa mereka akan makin rusak dan makin berani melakukan kejahatan dan kemaksiatan bahkan ada kemungkinan mereka mengadakan perubahan-perubahan di dalam kitab suci Taurat dan menyalah-gunakan hukum-hukum agama. Read more…

Categories: religius, sastra

Cerita Berhikmah : meninggalkan dusta diterima kerja

September 1, 2010 Komentar dimatikan

Ada seorang pria berkebangsaan Eropa yang telah memeluk Islam. Dia adalah seorang muslim yang baik Islamnya, jujur dalam tindakannya dan bersemangat untuk menampakkan ke-Islamannnya. Dia bangga dengan Islamnya di hadapan orang-orang kafir. Tidak ada perasaan minder, malau atau perasaan ragu. Bahkan tanpa ada kesempatan terlewatkan dia selalu bersemangat untuk menampakkan ke-Islaman itu.

Read more…

Categories: religius, sastra

IBU

Juli 7, 2010 2 komentar

Majalah iku diselehake nalika keprungu swara panggerenge mobil mandheg ing ngarep regol. Aku jumangkak ing teras. Dak inguk jam ing tembok kang kang tumplek ing duwur bupet muduhake wektu jam sepuluh bengi. Saka kursi teras dak sawang  Dian mudhun saka mobil lux kuwi, banjur jumangkak mlebu teras. Ing mburine bocah lanang bagus iku ngetutake. Read more…

Categories: sastra

SERAGAM BATIK RIO

Juli 7, 2010 Komentar dimatikan

Nalika dina selasa sore Rio setrika seragam batik sing arep dienggo sesuk mlebu sekolah, bareng setrika wis dinyalaake, Rio nyetriko klambine, terus ning njobo ana kancane Rio sing celuk-celuk yaiku Iwan karo Ryan.
“Yo, Rio… Yo.. Rio…!!” Read more…

Categories: sastra

Drama : Cerita rakyat Ande-ande lumut

Juli 4, 2010 Komentar dimatikan

Pelepasan dan wisuda kelas VI kemarin, anak-anak kelas 4 dan 5 sempat menampilkan drama seri Ande-ande lumut. Sangat seru dengan guyon impromisasi mereka sendiri. namanya juga anak-anak, apapun jadi lucu jika melihatnya. sayang sekali foto yanbg seharusnya bisa di upload belum sempat. karena maslah teknis, digicam yang ada kebawa adiknya temanku. rencananya akan saya upload setelah editing vidio juga kelar. dibawah ini adalah scrip drama ande-ande lumut. Read more…

Categories: Pendidikan, sastra

Cerpen : Fajar Dilangit Merah Saga

Juni 11, 2010 Komentar dimatikan

Namaku fajar, entah apa dibenak kedua orang tuaku menamakan demikian. Seperti mentari yang bersinar, atau harapan yang akan segera datang. Tapi bagiku nama itu membuatku selalu menyesali diri. Setiap nama itu disebut, maka tidak lain adalah nihaan, cemoohan dan kadang gangguan dari John yang tubuhnya besar.

Aku bukan anak dengan kepandaian, atau sepuluh besar dikelasku. Aku anak biasa saja  yang tidak pernah terkenal. Bahkan guruku tidak ada satupun yang membanggakanku. Hanya marah, kesal dan benci… itu yang sempat aku tangkap dari perlakuan gurku padaku. Walau kata mereka, itu semua untuk kebaikanku, marahnya adalah pemicu agar aku mau berubah. Tapi bagiku… itu adalah hinaan, itu membuatku tidak nyaman. Kenapa mereka selalu tidak suka dengan tingkahku, aku memang suka memukul bangku, menjadikan sebuah permainan atau seperti alat musik. Tapi guruku bilang itu membuat gaduh. Ketika aku kesusahan mengerjakan latihan yang dia berikan dia selalu marah, katanya aku malas, tidak mau mendengarkan jika diterangkan. Bukanya aku tidak mau mengerjakan, aku memang tidak bisa. Aku selalu malas jika dikelas, entahlah, tubuh ini seperti tidak mau diajak kompromi. Kenapa teman-temanku pada sehat dan energik, siap mengikuti pelajaran dengan semangat. Jika istirahat mereka makan bekal dari rumah, air minum dengan juz jeruk. Atau mungkin beli dikantin makanan yang enak-enak.

Read more…

Categories: sastra Tag:,

Puisi : Akulah Bintang


Akulah bintang…
Dan setiap langit adalah kerajaanku
Akulah matahari
Dan setiap pagi adalah pintu rumahku Read more…

Categories: sastra Tag:, ,

Gadis Muda, Danau dan Garam

April 22, 2010 Komentar dimatikan

Suatu hari, seorang gadis muda umurnya sekitar 20 tahunan melangkan kesebuah danau yang airnya jernih. Rambutnya yang berombambak diterpa angin. Sesampai di pinggir danau gadis tersebut terdiam membisu. Pandangannya menerawang entah kemana. Ada seonggok pikiran mengganjal pada dirinya. Beberapa detik kemudian, matanya berkaca-kaca, mengalirlah beberapa tetes air matanya.

Kesedihan itu bernama luka, yang sangat dalam rasanya. Kemudian gadis itu mengeluarkan sesuatu dari tas kecil yang dibawanya. Sebuah pisau yang tajam, hingga mata pisau itu bisa terlihat dari kejauhan kilatnya. Beberapa detik kemudian, tangan dengan pisau itu berayun hendak mengiris pergelangan tangan kirinya. Ajaib, tangannya seperti berhenti, ternyata… disebelahnya ada seorang tua renta berbaju putih besih dan bersinar terang disekelilingnya memegang tangan gadis cantik itu. Dia terperanjat, tidak bias berkata kecuali isak tangis.

“Ada apa gadis muda…?? Kenapa engkau hendak melakukan tindakan yang keji itu?”

Sang kakek membuyarkan kemelut di pikiran gadis itu? Tersadar gadis itu dengan tatapan penuh luapan emosi.

“Saya…. Saya…” bibirnya bergetar dipenuhi liangan air mata. “Saya tidak ada gunanya hidup lagi… semua yang saya punyai sudah hilang”

“Apa itu” segah orang tua tersebut.

“Semuanya… ayah dan ibu saya hendak becerai, keluarga saya hancur…, tunangan saya membatalkan pernikahan saya… dan kuliah saya ikut terpuruk karenanya…”

Orang tua bijak tersebut kemudian tersenyum kecil.

“Gadis muda… sabarlah, ada jalan keluar dari semua itu, tidak perlu melakukan hal yang dibenci Allah”.

Gadis muda… seberapa banyak masalahmu, itu semua tergantung kamu untuk menyelesaikannya. Ini lihatlah…

Kemudian orang tua itu mengeluarkan gelas kosong, diambilnya air dari danau itu kemudian memberi segenggam garam pada gelas tersebut, dan menyuruh gadis itu meminum air dari danau. “Apa rasanya” Tanya orang tua tersebut. “Asin… asin sekali”.

Kemudian orang tua itu mengambil segenggam garam lagi dan menaburkannya pada danau yang luas tadi. Kemudian baru dia mengambil segelas air daripadanya dan menyuruh gadis tersebut meminumnya.”Apa rasanya??” Tanya orang tua tadi. “Tidak berasa, Cuma air  danau yang segar”

Sang kakek tersenyum. “Itulah… jika hati dan pikiranmu seluas gelas, maka masalah yang diibatkan segenggam garam tadi akan terasa asin. Tapi jika hati dan pikiranmu seluas danau itu… maka masalah sebesar genggaman garam tadi tidak akan berasa”.

Sang gadis terdiam.. menata hati.. menata pikiran, dan melangkah meninggalkan kakek tadi dengan hati dan pikiran seluas danau.

Categories: sastra Tag:, , ,

Islamic Bookfair di Solo

Maret 7, 2010 Komentar dimatikan

islamic bookfair

islamic bookfair


Islamic Book fair, ini dia yang ditunggu para penggemar buku dan penggila ide-ide cemerlang. Disinilah par mania buku itu akan masuk pada dunia gila baca dengan diskon yang begitu menarik sampai 50%. Wah…. siang itu sebenarnya tidak saya sengaja untuk masuk ke ruangan ini. Tadinya cuma mau mengunjungi adik yang kerja disolo dan mengambil komputernya yang udah tidka dipakai untuk dibawa pulang.
Ternyata perjalanan dari Madiun-Solo akan kurang seru tanpa jalan-jalan. Dan pilihan yang tepat adalah ke Islamic bookfair. Banyak buku yang menarik dan bisa menjadi referensi untuk semua golongan usia. Dari yang usia dini, dengan permainan dan gambar poster serta puzzle. Dan sampai kitab timur tengahpun ada disini, dan tentu saja semuanya adalah diskon…. Read more…

Categories: sastra Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.